のページ

about my blog ..

( MOSHIMOSHI ) もしもし ( IRASSHAIMASE ) いらっしゃいませ

Kamis, 05 Juli 2012

Cerpen ->> Gadis kecil dengan tamannya

Ketika saat itu mentari terasa menghangatkan dan setiap malam serasa bintang selalu menghadirkan cahaya indahnya di atas sana ..
" Sasa , mau lihat bintang sama ayah ?? " Tanya ayahnya .
Sasa menatap ayahnya dan memeluknya . Sasa memang begitu dekat dengan ayahnya , sosok lelaki yang selalu menemani Sasa setiap malam . Namun , terkadang mamahnya pun ikut menemani Sasa bersama ayahnya .




" Sasa mau yah , ayo kita lihat bintang di taman ," sahut Sasa begitu semangat dan ceria ".
Ayahnya menggandeng tangan Sasa dan membawanya ke taman dekat rumahnya .
" Ayah , Sasa sayang ayah " Ungkap Sasa begitu polos ".
Ayahnya menatap penuh kebahagiaan , gadis kecil itu begitu cantik dan wajahnya begitu mirip dengan sang ayah . Ayahnya langsung menggendong Sasa dan mencium kening Sasa .
" Ayah juga sayang gadis kecil ayah ini ," katannya .

Setelah sampai di taman , mereka duduk direrumputan sambil memandang ke atas langit biru .
Banyak bintang yang menghiasi langit malam ini , begitu terang dan begitu indah di lihat dari bawah sana .
Mereka berdua menatap ke atas menikmati keindahan langit yang Tuhan ciptakan .

" Ayah , Tuhan itu kaya yaa . Tuhan baik banget menciptakan langit yang indah seperti itu " Ungkapnya sambil menunjuk satu persatu bintang di atas sana .
" Iyaa dong , Tuhan itu kaya sekali . DIA yang memiliki seluruh isi bumi ini , dan kita wajib mensyukurinya " jelas ayahnya ".

Tiba - tiba ayahnya beranjak dari duduknya dan membuat Sasa menatap ayahnya .
" Ayah mau kemana ?? " tanya gadis kecil itu .
" Ayah mau beli sesuatu buat Sasa , Sasa pasti nanti suka deh " ungkap ayahnya sambil tersenyum .
Sasa tunggu di sini dulu yaa .
Sasa pun menganguk tanda setuju dan saat itu gadis kecil itu terlihat sangat cantik dan anggun .

Sasa yang sendiri di tempat ramai seperti itu terdiam menatap langit biru yang luas dan indah itu .
Dia mengingat kata ayahnya tentang Tuhan dan tentang harus bersyukur .
Sasa terdiam dan dia pun tiba - tiba meneteskan air matanya .

" Tuhan , Sasa sayang sekali sama ayah . Sasa engga mau kehilangan ayah , Sasa ingin terus berada di samping ayah . Tuhan , jangan ambil ayah Sasa yaa ," ucapnya begitu lembut .
Tanpa dia sadari , dia berdoa sambil meneteskan air matanya .

Tak lama kemudian ayahnya pun datang dengan membawa dua bungkus es krim kesukaan Sasa .
" Sasa , lihat ayah bawa apa hayoo ?? " seru ayahnya sambil menunjukkan dua bungkus es krim yang ada ditangannya .
" Es krriiimmm ," seru Sasa berdiri dan langsung menghampiri ayahnya .

Sasa sangat menikmati es krim yang ayahnya belikan . Setelah waktu menunjukkan pukul 19.30 ayahnya mengajak Sasa untuk pulang .
Sasa yang lelah dan sudah mengantuk di gendong oleh ayahnya.
Sampai di rumah , Sasa langsung tidur di kamarnya karna besok dia harus sekolah .
Sasa gadis kecil yang masih duduk di bangku taman kanak - kanak ini mempunyai pikiran yang berbeda dengan anak - anak kecil lainnya . Dia begitu mengerti setiap orang dan begitu mengerti tentang kehidupan .
Karna ayahnya selalu banyak memberi dia pengertian disamping mamahnya .

Pagi hari setelah selesai memasak sarapan , mamahnya pun membangunkan Sasa .
Sedangkan ayahnya bersiap - siap untuk pergi ke kantor .
" Sayang , bangun yuk udah jam 06.00 tuh . Sasa kan harus sekolah sayang " mamahnya mencoba membangunkan Sasa sambil membuka jendela kamarnya .
Sasa pun terbangun dari tidurnya . Sasa melihat sesosok wanita cantik didepannya , yaitu mamahnya .
Sasa tersenyum memandang mamahnya dan mamahnya pun tersenyum .

" Sasa sekarang mandi yaa , setelah itu Sasa siap - siap untuk sekolah . Mamah sama ayah tunggu di meja makan yaa " ucap mamahnya .
" iyaa mah ," sahut Sasa begitu lembut sambil tersenyum menatap mamahnya .

Entah apa yang dipikirkan seorang gadis kecil itu . Tapi dia selalu tersenyum dan menatap indah di saat salah satu orang tuanya berbicara .
Sasa selalu terlihat ceria . Matanya yang begitu indah selalu memancarkan kebahagiaan dari dirinya .
Sehingga banyak orang lain yang senang melihat gadis kecil seperti dirinya.

Seusai mandi dan bersiap - siap ke sekolah , Sasa bersama kedua orang tuanya pun sarapan bersama .
Orang tua Sasa menghantar Sasa ke sekolah . Ayahnya langsung pergi ke kantor , sedang mamahnya menunggu dia di sekolah .

Setelah selesai sekolah di taman kanak - kanak , Sasa melanjutkan sekolah di salah satu sekolah dasar .
Tapi kehidupan dia tak sama ketika dia masih duduk di bangku taman kanak - kanak .
Kini Sasa telah duduk dibangku sekolah dasar kelas dua .

Suatu malam saat Sasa sedang asyik menggambar , dia mendengar ayah dan mamahnya bertengkar .
Sasa yang mendengar pertengkaran itu terdiam dan menangis dikamarnya sambil memeluk teddy bear kesayangannya yang dia dapat dari sang ayah .

" Tuhan , kenapa ayah sama mamah bertengkar ?? Sasa engga suka mendengar ini semua . Sasa ingin mamah sama ayah damai seperti dulu ," ungkapnya sambil menangis .
Tiba - tiba suara pertengkaran itu tidak terdengar lagi . Sasa memberanikan diri untuk keluar kamar dan melihat kondisi di luar kamarnya . Ayahnya terlihat sedang duduk di ruang tamu sambil mengetik sesuatu dan Sasa pun mencoba untuk menghampirinya .

" Ayah ," panggil Sasa dengan suara lemah .
" Sasa ?? kamu belum tidur sayang ?? ayahnya memangku Sasa .
" Ayah sendiri kenapa belum tidur ?? apa orang dewasa itu selalu tidur malam yah ?? " tanya Sasa begitu polos .
Ayahnya pun mencoba tersenyum dan menganggap tidak ada peristiwa apapun di dalam rumahnya tadi .

" Ayah belum tidur karena ayah harus selesaikan tugas kantor ayah sayang , " jawab ayahnya.
Sasa melihat laptop ayahnya dan menatap ayahnya .
" Ayah , Sasa boleh tidur bersama ayah dan mamah ?? " pinta Sasa .
Ayahnya terdiam namun tetap tersenyum . Ayahnya begitu menyayangi Sasa yang wajahnya begitu mirip dengan ayahnya ini .

Ayahnya tersenyum sebelum sempat menjawab pertanyaan gadis kecilnya .
" Sayang , bukannya ayah tidak mau menemani Sasa tidur bersama mamah . Tapi ayah kan harus selesaikan tugas ayah dulu , " jawab ayahnya .
Sudah Sasa duga sebelumnya setelah melihat laptop ayahnya . Ayahnya pasti akan mengatakan seperti itu . Pasti mencari alasan untuk tidak menemani Sasa bersama mamahnya .
Sasa pun hanya tersenyum .

" yaa udah , sekarang ayah antar kamu ke kamar yaa ?? "
ayahnya pun menggandeng Sasa dan mencium kening anaknya sebelum tidur .
" Sasa tidur yang nyenyak yaa , jangan lupa berdoa " ucap ayahnya .

Pagi pun tiba dan gadis kecil itu pun terbangun dari tidurnya .
Sasa segera mandi dan bersiap - siap untuk berangkat ke sekolah .
Dia melihat ayahnya sudah duduk di meja makan , dan Sasa pun bergabung untuk sarapan .
Ayah dan mamahnya pun berada di meja makan , begitupun dengan Sasa .
Namun , pagi itu terasa hening . Sasa menatap mereka berdua sambil berusaha untuk tetap tersenyum .
Karna Sasa ingat kata ibu gurunya untuk tetap selalu tersenyum dalam keadaan apapun .

Seperti biasanya , Sasa di antar oleh ayahnya yang sekalian berangkat kerja . Pulangnya barulah sang mamah yang menjemputnya .
" Sasa sekolah yang benar yaa , jangan nakal ," ucap ayahnya .
Lagi - lagi Sasa hanya menatapnya dan tersenyum .

Di malam yang telah tiba hal yang sama pun terulang kembali. Sasa dari kamar mendengar mamah dan ayahnya bertengkar kembali . Sasa tidak mengerti apa yang terjadi . Apa yang membuat kedua orang tuanya itu sampai bertengkar . Sasa di kamar hanya bisa menangis sendirian .
Tiba - tiba Sasa mendengar ada yang membuka pintu dan menyalakan mesin mobil . Sasa pun tahu kalo itu suara mobil ayahnya .

Setelah suaranya berlalu , mamahnya pun masuk ke kamar Sasa . Sasa pun segera berpura - pura untuk tidur dan berpura - pura tidak mengetahui apapun .
" Sayang , maafkan ayah dan mamah yaa . Ayah pergi dari rumah dan kembali ke rumah eyang kamu ,"ucap mamahnya lirih .
Sasa pun menahan tangisnya .

Setelah mamahnya kembali ke kamarnya , Sasa duduk kembali di kasurnya .
" Tuhan , kenapa ayah tinggalin Sasa disini sama mamah ?? Apa ayah lupa kenangan ayah sama Sasa ?? Tuhan Sasa ingin bersama ayah kembali , " Sasa terisak dalam tangisnya .

Pagi itu terasa kelam , di meja makan hanya ada Sasa dan mamahnya .
Sasa terlihat begitu murung dan tanpa senyum pagi itu .
" Sasa , kamu kenapa sayang ?? " tanya mamahnya .
Sasa terdiam dan hanya terdiam seharian itu .

Saat bel pulang sekolah Sasa langsung pergi sendiri . Menghindari mamahnya yang telah menjemputnya .
Sasa berlari dan menuju ke sebuah taman .
Mamahnya yang menjemputnya dan melihat tidak ada Sasa di sana pun bertanya kepada gurunya .
" maaf bu , apa ibu lihat Sasa ?? " tanya mamahnya .
" anak - anak di sini sudah pulang semua bu , dan Sasa tadi pertama keluar kelas kok ," jawab ibu gurunya .
Mamahnya pun pulang dan menunggu Sasa di rumah sampai malam .

Sasa yang berada di taman , dia terdiam . Disaat malam tiba , Sasa pun menatap langit biru sendirian .
Sasa meneteskan air matanya . Gadis sekecil itu sudah harus menerima kenyataan orang tuanya berpisah .
Tiba - tiba ayahnya pun datang ke taman dan melihat ada gadis kecilnya di sana sendirian .

" Sasa , kamu kenapa di sini sayang ?? " tanya sesosok lelaki yaitu ayahnya .
Sasa yang melihat ayahnya langsung pergi begitu saja . Dia begitu kecewa dengan keputusan ayahnya yang meninggalkan rumah . Namun , tak bisa Sasa pungkiri bahwa dia sangat menyayangi ayahnya .
Ayahnya yang melihat Sasa berlalu begitu saja hanya terdiam dan merasa ingin menjelaskannya .

Setelah beberapa lama kepergian ayahnya dari rumah , Sasa berubah menjadi anak yang pendiam dan selalu menyingkir dari perhatian mamahnya yang masih satu rumah olehnya .
Sampai suatu saat Sasa di beri tahu oleh mamahnya kalau ayahnya sedang sakit dan dirawat di rumah sakit .
Saat itu ingin rasanya Sasa menemani sang ayah dan menunjukkan kasih sayangnya . Namun , hati Sasa masih kecewa karna keputusan ayahnya yang meninggalkan rumah begitu saja .

" Sasa , ayah sedang sakit parah di rumah sakit dan ayah ingin bertemu Sasa ," ungkap Om Farhan , kakak laki - laki dari ayah .
Sasa terdiam dan pergi ke taman sendiri . Namun , Om Farhan pun mengikuti langkah gadis kecil itu ke sebuah taman .

" Kenapa Om Farhan ikut Sasa ke sini ?? " tanya Sasa dengan lembut .
" Sayang , Om tahu kok perasaan Sasa seperti apa . Pasti Sasa sangat kecewa dan sedih kan ?? Tapi sekarang ayah kamu sedang sakit dan ingin bertemu dengan Sasa .
Sasa meneteskan air matanya kembali sambil melihat awan biru malam ini .

" Ayah udah engga sayang sama Sasa Om , " ungkap gadis itu sambil meneteskan air matanya .
Om Farhan pun segera memeluk gadis kecil itu dan menenangkannya .
" Sasa , ayah Sasa itu sangat menyayangi Sasa . Sasa gak boleh benci ayah , karna ayah sangat ingin bersama Sasa terus . Tapi keadaan yang membuat Sasa harus berpisah sementara oleh ayah ," jelas Om Farhan .
Sasa yang masih kecil pun tidak mengerti selain perasaan kecewa dan sedih yang dia rasakan saat itu .

" Sasa , mau ikut Om Farhan ke rumah sakit kan ?? " ajak Om Farhan .
Sasa pun menggelengkan kepalanya dan terdiam .
" Sasa , ayah Sasa ingin bertemu Sasa untuk yang terakhir kalinya kata ayah kamu ," jelas om Farhan .
" Sasa gak mau Om ," jawabnya .
Sasa merasa tidak kuat kalau harus bertemu ayahnya dan Sasa berpikir dia pasti akan menangis melihat ayahnya .

Sampai pada akhirnya ayahnya pun meninggal dan Om Farhanlah yang memberi kabar duka itu .
" Sasa , ayah Sasa telah meninggal semalam . Pesan terakhir dari ayah Sasa , dia ingin Sasa hadir terakhir kali untuk bisa melihat ayah .
Sasa pun menangis mendengar kabar itu . Sasa merasa bersalah karna dia tidak mau bertemu ayahnya untuk terakhir kalinya ketika ayahnya meminta .

Sasa pun datang ke rumah eyangnya . Dia melihat ayahnya terbujur kaku dengan balutan kain putih . Sasa tak berani duduk di samping ayahnya . Sasa hanya melihat sejenak dan dia langsung pergi meninggalkan rumah eyangnya . Seperti biasa , Sasa akan pergi ke taman di saat hatinya sedih .
" Ayah , Sasa menyesal tak bertemu ayah untuk terakhir kalinya . Tuhan , jaga ayah Sasa di sana yaa .
Sasa sayang ayah . Di sini Sasa akan tetap terus menyayangi ayah , " ungkap gadis kecil itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar